Categories
Berita

Program Pengendalian Banjir di Jakarta

Program Pengendalian Banjir di Jakarta – Dikutip dari Coffee Morning Buletin milik DPU DKI Jakarta, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Dr. Ir. Manggas Rudy Siahaan, M.Sc menjelaskan program-program pemerintah untuk mengantisipasi banjir Jakarta antara lain berikut ini.

  • Persiapan rumah pompa. DPU DKI Jakarta menyiapkan 135 rumah pompa, dengan rumah pompa utama sebanyak 73 unit. Rumah pompa tersebut berperan besar dalam pengendalian banjir, terutama untuk menyedot genangan sehingga dapat meminimalkan banjir.
  • Pemasangan kamera pengawas (CCTV) di rumah pompa. Tiap rumah pompa akan dipasangan 4 hingga 8 unit kamera pengawas. Tujuannya tak lain untuk memudahkan pengawasan ketingian air. Kamera pengawas tersebut pun terkoneksi ke ruangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
  • Revitalisasi pintu air. Dinas Kebersihan mengeruk sampah di pintu air seperti Pintu Air Duri, Kamal Muara, Kapuk Muara, Kapuk Poglar, Pesing, Manggarai, dan Tomang. Dalam sehari, sekitar 70 ton sampah menyumbat pintu air. Padahal, pintu air di Jakarta berperan penting dalam mengendalikan air kiriman dari Bogor. Bila kondisinya tidak baik, dapat dipastikan air kiriman akan menggenangi permukiman di sepanjang aliran sungai Ciliwung.
  • Drainase. DPU DKI Jakarta melakukan pengecekan gorong-gorong yang ada, termasuk selokan di komplek perumahan.
  • Pengerukan waduk. DPU DKI Jakarta mengeruk 12 waduk yang ada di Jakarta. Saat ini, kedalaman rata-rata 12 waduk tersebut hanya 2 m. Penyebabnya tak lain adalah banyak endapan sedimen atau lumpur, dan banyaknya eceng gondok yang tumbuh. Ke-12 waduk tersebut adalah Waduk Bojong, Waduk Sunter, Waduk Teluk Gong, Waduk Situ Lembang, Waduk Melati, Waduk Rawa Babon, Waduk Cengkareng, Waduk Grogol, Waduk Pegangsaan II, Waduk Bujana Tirta, Waduk Ria-Rio, dan Waduk Tomang Barat.
  • Pengerukan kali besar. jugaSelain waduk, DPU DKI Jakarta melakukan pengerukan kali, baik kali besar ataupun kecil. Kali utama yang dikeruk antara lain Kali Mookervart, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Grogol, Kali Baru Barat, Kali Baru Timur, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung. Sedangkan penanganan Kali Ciliwung ada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
  • Pngerukan kali submakro. Untuk mengurangi beban di kali-kali utama, DPU DKI Jakarta juga melakukan pengerukan di kali submakro. Kali submakro yang dikeruk adalah Kali Palmerah dan Kali Lontar.
  • Refungsi kali. DPU DKI Jakarta merapikan pinggiran kali, seperti membangun jalan inspeksi, menertibkan bangunan liar, dan melakukan penghijauan.
  • Membangun sumur resapan. Dalam skala kecil, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral mulai membuat 1.958 sumur resapan. Saat ini 30% sudah selesai dibangun. Pembuatan sumur resapan difokuskan pada daerah-daerah yang setiap banjir menyebabkan genangan. Contohnya di jalan Daan Mogot, jalan Matraman, dan pemukiman di Menteng.
  • Satgas tanggap banjir. Membentuk satuan tugas tanggap banjir di setiap kecamatan di Jakarta. Satgas tersebut bertugas melaporkan bahaya dini banjir, dan juga menyiapkan pengungsian.
  • Persiapan genset jakarta sebagai sumber daya untuk mengoperasikan pompa air saat terjadi banjir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *