Pendidik Terbaik Tingkat Nasional 2013

Menciptakan Talent

Ke depannya Reni berharap Lil’ Bee bisa memiliki lahan lebih luas dan bangunan permanen di luar bangunan bernuansa alam. Perlahan cita-citanya mulai terwujud. Lahan yang semula hanya 100 meter, setahap demi setahap bertambah luas hingga kini mencapai sekitar 3.000 meter. Reni pun bercerita, baru saja membebaskan lahan seluas sekitar 1.000 meter. Uang pembebasan tersebut didapat dari hasil menjadi juara mendongeng, motivator, juga guru character building para remaja di Balai Latihan Kerja Luar Negeri RI. Banyak kisah pahit dan sulit saat awal membangun Lil’ Bee hingga berhasil dipercaya masyarakat, kemudian diceritakan Reni ke teman-temannya. “Ternyata responsnya luar biasa, banyak yang meminta saya menjadi motivator untuk membangun semangat orang bahwa segala sesuatu mungkin saja diwujudkan.” Beberapa waktu lalu, Reni diminta mendampingi anak-anak Indonesia ikut lomba di Asean Skill Competition di Hanoi demi memotivasi mereka untuk menjaga semangatnya tetap tinggi. Saat ini Reni sedang mengikuti S1 Pendidikan Luar sekolah. “Saya sengaja mengambil jurusan ini karena masih jarang peminatnya, sementara saya suka sekali dengan bidang ini.” Rencananya, ia akan lanjut mengambil S2 Psikologi karena ia punya target tak hanya mengajar anak-anak, tetapi juga orang dewasa. “Saya ingin jadi dosen untuk Pendidikan Luar Sekolah,” semangat Reni. Kelak, di usia sekitar 40 tahun, ia tak ingin lagi sebagai talent, tetapi duduk di belakang sambil menciptakan talenttalent baru penggantinya.

Juara Mendongeng

Sempat kerja kantoran pada 2001 hingga 2003, akhirnya Reni Rudiyanto, SPd. (34) memutuskan terjun ke dunia pendidikan. Berawal dari mengajar di sebuah TPA nonproft dengan gaji seadanya, Reni kemudian mendapat tawaran mengajar bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Lagi-lagi, tawaran lain datang, ia diminta mengajar di Taman Kanak-Kanak yang berisi banyak orang kreatif dan berdedikasi, yakni TK Kejora. Di sini ia belajar banyak tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metodemetode pengajaran inovatif yang dikembangkan sekolah ikut menambah kemampuan Reni dalam melakukan pendekatan ke anak karena setiap hari ia dituntut untuk terus kreatif. Kemampuannya mendongeng juga ikut terasah. Bahkan, atas saran sekolah, Reni ditantang untuk uji kemampuannya mendongeng. Ia pun ikut lomba mendongeng, mulai tingkat Bekasi dan selalu mendapat juara pertama sampai tak diizinkan ikut lagi. Pada 2009 berhasil menjadi juara dua mendongeng antar guru tingkat Jawa Barat. Momen krusial terjadi ketika pada 2010, Reni ikut audisi dongeng sebuah penerbit besar dan berhasil masuk 10 besar dari sekitar 3.000 pendongeng yang mendaftar. Di grand fnal 2011, Reni berhasil menjadi 5 terbaik nasional. “Meski hanya 5 besar, tapi saya sangat bersyukur karena ternyata yang ikut rata-rata berprofesi sebagai pendongeng,” katanya.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing khususnya bahasa Perancis dapat mengikuti kursus di tempat les belajar bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *