Categories
Berita

KPAI Kecam Masuknya Calon Legislator Bekas Narapidana Pemerkosaan

JAKARTA — Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengecam keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang, yang meloloskan bekas narapidana kasus pemerkosaan anak sebagai bakal calon legislator. Menurut Susanto, orang yang pernah melakukan kejahatan seksual tidak boleh diserahi tanggung jawab membawa suara rakyat. Calon legislator yang dimaksudkan Susanto berinisial HK dari Partai Demokrat. Ia disebut pernah terlibat dalam kasus pemerkosaan gadis berusia 15 tahun. “Peraturan KPU tentang Pemilihan Legislatif melarang mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, atau korupsi mendaftar sebagai calon legislator,” kata Susanto kemarin. Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jerry umampouw berujar, semestinya pengurus Demokrat dan KPU tidak percaya begitu saja dengan berkas administrasi yang diserahkan bakal calon.

Ada kemungkinan berkas itu dimanipulasi sehingga bakal calon bermasalah tetap bisa lolos. “Hal-hal yang administratif kadang tidak mencerminkan faktanya,” ucapnya. Komisioner KPU, Wahyu Setyawan, mengatakan bakal mencoret nama HK dari daftar calon anggota legislatif sementara jika menerima salinan putusan pengadilan yang menyatakan dia terbukti melakukan pemerkosaan. KPU juga mempertimbangkan melaporkan KPU Kota Kupang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Semula, KPU Kota Kupang menyatakan HK tidak memenuhi syarat dengan alasan rekam jejaknya tidak sesuai dengan pakta integritas. Namun, setelah menerima salinan dari Pengadilan Negeri Kupang, KPU Kota Kupang meloloskan petinggi Demokrat Kota Kupang itu. Alasannya, putusan tersebut tidak tegas menyatakan bahwa kasus HK adalah kejahatan seksual terhadap anak.

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Demokrat Ferdinand Hutahaean mengakui Dewan Pimpinan Daerah Kupang kurang teliti ketika memberikan rekomendasi terhadap kadernya. “Dewan Pimpinan Pusat tidak mungkin lihat satu-satu. Tapi, kalau ada yang selip begitu, berarti daerah kecolongan,” tuturnya kepada Tempo kemarin. Ferdinand berujar, secara umum, Demokrat sudah mencoret kaderkader yang bermasalah dari daftar bakal calon legislator.

Sesuai dengan rekomendasi KPU, ada 12 kader Demokrat yang tidak memenuhi syarat sesuai dengan yang tercantum dalam Peraturan KPU. “Kalau ada temuan lagi, akan kami tindak lanjuti. Tidak ada toleransi,” ujarnya. Ketua KPAI Susanto menyebutkan lembaganya baru menemukan satu kasus bekas narapidana yang mendaftar sebagai bakal calon legislator. Ia berharap masyarakat proaktif melapor ke KPAI atau KPU jika mengetahui ada pelaku kejahatan seksual yang mendaftar sebagai bakal calon anggota legislatif. “Sebagai komitmen untuk memastikan wakil rakyat kita berkualitas dan berintegritas,” katanya

Categories
Berita

Bantuan Logistik Belum Merata

JAKARTA — Syarif, 32 tahun, warga Dusun Lenah Galung, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, hanya bisa pasrah menyaksikan rumahnya hancur akibat gempa berkekuatan 7 pada skala Richter, Ahad lalu. “Saya berjalan 3 kilometer dari tempat berdagang di Pelabuhan Bangsal bersama istri dan anak. Begitu tiba, sudah hancur,” kata pedagang kebutuhan wisatawan itu kepada Tempo, kemarin. Syarif mengungkapkan, sejak gempa besar pertama yang berkekuatan 6,4 skala Richter pada 29 Juli lalu, dia bersama para tetangga masih tinggal di pengungsian. Penduduk terpaksa bertahan di pengungsian lantaran takut berada di dalam rumah.

Warga Dusun Lenah Galung menghuni dua tenda berkapasitas masing-masing 10 orang. Padahal ada sedikitnya 44 keluarga yang mengungsi. Syarif memilih mengungsi di Desa Sokong yang letaknya lebih tinggi agar terhindar dari tsunami. Soalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa yang mengguncang Pulau Lombok tersebut berpotensi tsunami. Kenaikan air laut memang sempat terjadi di perairan Lombok setinggi 10-13 sentimeter. Menurut Syarif, para pengungsi berada dalam keterbatasan. Mereka kesulitan berkomunikasi melalui telepon seluler. Listrik juga masih padam. Begitu pula bantuan logistik, tidak tersalurkan hingga ke Desa Sokong. “Makanan siap saji dan selimut habis dihadang warga desa lainnya.

Kalau malam, kami kedinginan dan anak-anak kami banyak yang sakit,” tuturnya. Warga Dusun Torean, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Hero Sahruyakin, mengungkapkan masih ada ratusan orang dari desa tersebut yang mengungsi di perbukitan. Tak hanya mengalami masalah listrik, para pengungsi kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi serupa dialami warga Desa Anyar, Kecamatan Bayan. “Saat malam, kami mengandalkan genset, tenaga surya, dan lampu isi ulang,” ujarnya. Hero berujar, hingga kemarin siang tak ada bantuan makanan yang diterima pengungsi. Padahal bantuan itu sangat dibutuhkan karena stok bahan makanan yang dibawa pengungsi kian menipis. Tak hanya itu, ia mengimbuhkan, warga juga butuh bantuan selimut untuk menghalau dinginnya udara perbukitan

Categories
Berita

Masalah pada Kompor Gas Bagian 2

Kompor Tidak Menyala

Setiap kali mengganti tabung gas, kompor gas milik saya sering sulit menyala. Apa penyebabnya dan bagaimana cara agar kompor langsung mau menyala setelah mengganti tabung gas? rosna dewi, Jakarta Kompor tidak menyala saat penggantian tabung baru bisa saja terjadi akibat safety ball pada regulator menutupi lajur gas dari tabung menuju kompor. Untuk mengatasi masalah ini Anda bisa membuka regulator pada tabung gas kemudian guncangkan regulator agar safety ball tidak menutupi aliran gas. modena Customer Care Kompor gas saya juga sering mengalami hal yang sama. Saya biasanya mengecek regulator gas apakah sudah terpasang dengan kencang dan selang dalam posisi yang benar (tidak terbelit). Biasanya, sumber masalahnya di kedua area ini.

Api Menjadi Merah

Api pada kompor gas seharusnya biru, tapi mengapa api yang dikeluarkan kompor gas milik saya terkadang berwarna merah? ramdixxx@xxxx.com Biasanya api merah timbul akibat dari burner/ tungku yang kotor karena terkena tumpahan minyak pada saat memasak. Solusinya, lepaskan burner pada kompor, lalu bersihkan lubanglubang burner dengan menggunakan sikat lembut yang telah dioles dengan cairan pembersih lemak. Setelah itu, lap dengan kain bersih.

Categories
Berita

Masalah pada Kompor Gas

Kompor gas merupakan salah satu peranti utama memasak. Tapi bagaimana jika terjadi masalah pada kompor gas? Kali ini akan memberikan beberapa solusi dari masalah yang sering terjadi pada kompor gas.

Baca juga : Jual genset Surabaya

Pemantik Tidak Berfungsi

Pemantik api otomatis pada kompor gas saya awalnya baik-baik saja. Tapi, belakangan ini pemantik api otomatis tidak berfungsi lagi. Kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya? Haikal, depok Penyebab pemantik api tidak berfungsi dikarenakan beberapa hal Pertama, pemantik tidak berfungsi pada kompor tanam misalnya, bisa terjadi karena baterainya sudah tidak bertenaga lagi sehingga pemantiknya tidak berfungsi. Solusinya, Anda harus mengganti baterai jika sudah tidak bertenaga. Kedua, pemantik api tidak berfungsi karena tertutup lemak sisa masakan. Solusinya, bersihkan pemantik menggunakan kain lembap yang sudah diberi cairan pembersih lemak. Disarankan, lakukan pembersihan setiap selesai memasak.

Tungku Menyala Sebagian

Api pada tungku kompor gas saya menyala sebagian. Bagaimana cara memperbaikinya ya? ninuk, Citayam Penyebabnya bisa karena burner atau tungku tertutup sebagian oleh tumpahan lemak masakan. Penyebab lainnya adalah cap atau tutup tungku dalam posisi tidak rata. Solusinya, lepaskan burner atau tungku pada kompor, lalu bersihkan lubang-lubang burner dengan sikat lembut gunakan cairan pembersih lemak. Pastikan cap tutup burner terpasang dengan benar. modena Customer Care Waktu itu tungku api kompor gas saya juga menyala sebagian. Menurut jasa servis kompor penyebabnya adalah pengatur udara di dalam kompor yang seharusnya tertutup, terbuka lebar. Ini disebabkan karena pengatur udara tersenggol sesuatu sehingga bergeser. Solusinya, posisi pengatur udara diperbaiki sehingga tidak banyak udara yang masuk.

Oven Kompor Freestanding Rusak

Kompor gas saya jenis freestanding dengan oven pada bagian bawah. Saat awal pembelian, oven masih berfungsi dengan baik. Tetapi, setelah lama tidak terpakai, oven tersebut ternyata tidak bisa menyala lagi. Kira-kira apa penyebabnya? fridawati, kalibata Untuk masalah ini, penyebabnya ada dua kemungkinan. Pertama, karena burner dan pemantik tertutup tumpahan lemak masakan. Kedua, karena listrik pemantik oven bermasalah. Pastikan kondisi listrik untuk pemantik berfungsi. Pastikan kondisi gas tidak bermasalah. Disarankan, lakukan pembersihan setiap sehabis menggunakan oven.

Categories
Berita

Responsible Business Forum on Food & Agriculture (RBF) 2018

Responsible Business Forum on Food & Agriculture (RBF) 2018 Untuk mencapai ketahanan pangan, pemerintah, swasta, dan organisasi bi – dang pertanian harus berkolaborasi da – lam melakukan aksinya. Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian meng ajak berbagai pihak di Asia Tenggara memastikan setiap orang mendapatkan pangan yang aman dan bergizi. “Kami mengharapkan sinergi semua pihak untuk menghadirkan aktivitas pertanian yang menarik, termasuk bagi para pe muda,” katanya di pembukaan Res – ponsible Business Forum on Food and Agriculture di Jakarta (26/3). Forum internasional ini mempertemukan sekitar 400 pembuat keputusan di bidang pertanian, pangan, dan nutrisi. Para hadirin merupakan perwakilan dari berbagai perusahaan, pemerintah, inves – tor, lembaga nonpemerintah, dan para petani. Di forum ini, mereka berdiskusi mengenai solusi terhadap tantangan pa – ngan dan nutrisi secara global

Categories
Berita

Program Pengendalian Banjir di Jakarta

Program Pengendalian Banjir di Jakarta – Dikutip dari Coffee Morning Buletin milik DPU DKI Jakarta, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Dr. Ir. Manggas Rudy Siahaan, M.Sc menjelaskan program-program pemerintah untuk mengantisipasi banjir Jakarta antara lain berikut ini.

  • Persiapan rumah pompa. DPU DKI Jakarta menyiapkan 135 rumah pompa, dengan rumah pompa utama sebanyak 73 unit. Rumah pompa tersebut berperan besar dalam pengendalian banjir, terutama untuk menyedot genangan sehingga dapat meminimalkan banjir.
  • Pemasangan kamera pengawas (CCTV) di rumah pompa. Tiap rumah pompa akan dipasangan 4 hingga 8 unit kamera pengawas. Tujuannya tak lain untuk memudahkan pengawasan ketingian air. Kamera pengawas tersebut pun terkoneksi ke ruangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
  • Revitalisasi pintu air. Dinas Kebersihan mengeruk sampah di pintu air seperti Pintu Air Duri, Kamal Muara, Kapuk Muara, Kapuk Poglar, Pesing, Manggarai, dan Tomang. Dalam sehari, sekitar 70 ton sampah menyumbat pintu air. Padahal, pintu air di Jakarta berperan penting dalam mengendalikan air kiriman dari Bogor. Bila kondisinya tidak baik, dapat dipastikan air kiriman akan menggenangi permukiman di sepanjang aliran sungai Ciliwung.
  • Drainase. DPU DKI Jakarta melakukan pengecekan gorong-gorong yang ada, termasuk selokan di komplek perumahan.
  • Pengerukan waduk. DPU DKI Jakarta mengeruk 12 waduk yang ada di Jakarta. Saat ini, kedalaman rata-rata 12 waduk tersebut hanya 2 m. Penyebabnya tak lain adalah banyak endapan sedimen atau lumpur, dan banyaknya eceng gondok yang tumbuh. Ke-12 waduk tersebut adalah Waduk Bojong, Waduk Sunter, Waduk Teluk Gong, Waduk Situ Lembang, Waduk Melati, Waduk Rawa Babon, Waduk Cengkareng, Waduk Grogol, Waduk Pegangsaan II, Waduk Bujana Tirta, Waduk Ria-Rio, dan Waduk Tomang Barat.
  • Pengerukan kali besar. jugaSelain waduk, DPU DKI Jakarta melakukan pengerukan kali, baik kali besar ataupun kecil. Kali utama yang dikeruk antara lain Kali Mookervart, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Grogol, Kali Baru Barat, Kali Baru Timur, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung. Sedangkan penanganan Kali Ciliwung ada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
  • Pngerukan kali submakro. Untuk mengurangi beban di kali-kali utama, DPU DKI Jakarta juga melakukan pengerukan di kali submakro. Kali submakro yang dikeruk adalah Kali Palmerah dan Kali Lontar.
  • Refungsi kali. DPU DKI Jakarta merapikan pinggiran kali, seperti membangun jalan inspeksi, menertibkan bangunan liar, dan melakukan penghijauan.
  • Membangun sumur resapan. Dalam skala kecil, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral mulai membuat 1.958 sumur resapan. Saat ini 30% sudah selesai dibangun. Pembuatan sumur resapan difokuskan pada daerah-daerah yang setiap banjir menyebabkan genangan. Contohnya di jalan Daan Mogot, jalan Matraman, dan pemukiman di Menteng.
  • Satgas tanggap banjir. Membentuk satuan tugas tanggap banjir di setiap kecamatan di Jakarta. Satgas tersebut bertugas melaporkan bahaya dini banjir, dan juga menyiapkan pengungsian.
  • Persiapan genset jakarta sebagai sumber daya untuk mengoperasikan pompa air saat terjadi banjir